Ibu yang Optimis . Kalimat itu pernah kudengar dari salah seorang teman saat aku bekerja dulu. Mungkin temanku itu melihat kegigihan aku yang selalu bermimpi yang tinggi-tinggi terhadap ketiga anak-anakku. Aku sering bercerita tentang mimpi-mimpiku pada ketiga anakku. Padahal temanku itu tahu bahwa ekonomi rumah tangga kami selalu pas-pasan dan boleh dibilang sering kekurangan. Aku pernah bercerita pada temanku itu. Nanti kalau sudah besar, anak pertamaku akan jadi profesor muda yang cerdas. Yang ilmunya dipakai oleh banyak orang. Dia menyukai pelajaran Matematika dan Sains. Semoga ia sukses dengan bakat minat yang dimilikinya nanti. Dan juga Hafidzh Qur'an 30 juz yang sholih. Anak keduaku, nanti kalau sudah besar, dia akan jadi dokter. Dokter yang sholihah dengan memiliki sifat yang penyayang, ceria dan supel yang dimilikinya sejak kecil. Sehingga tidak ada lagi pasien yang kecewa dengan pelayanan seorang dokter yang sinis. Dan bisa juga sebagai alternatif dokter perempuan yang ...